Jateng Kawinkan Nomor Mix Team di Kejurnas Panahan 2018

JawaPos.com – Awan mendung dan hujan deras menemani shoot off Kejuaraan Nasional Panahan 2018, Senin (3/12) kemarin. Berlangsung di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, kontingen Jawa Tengah sukses mengawinkan gelar nomor mix team recurve dan mix team compound. Hasil tersebut sekaligus menempatkan mereka di ranking kelima klasemen sementara.

Para pemanah pelatnas tidak turun pada kejurnas kali ini. Sebab, mereka akan turun di ASEAN University Games 2018 Myanmar pada 10-19 Desember mendatang. Praktis, turnamen tersebut menjadi ajang unjuk gigi bagi pemanah muda daerah.

Duet belia asal Jawa Tengah Hendika Pratama/Artika Listiyana sukses menyabet emas mix team compund. Mereka mampu mengandaskan perwakilan DKI Jakarta Eko Budi/Triya Risky di final dengan skor 148-145. Dika menilai bermain dalam kondisi hujan cukup merepotkan. Sebab, laju panah terganggu dan kesulitan melihat papan target lantaran guyuran air hujan.

“Dinaikin sedikit sekitar 10 derajat. Jadi membidik ke arah 9 atas, itu yang saya lakukan,” ucap Dika. Praktis, membutuhkan konsentrasi dan usaha lebih untuk mengarahkan anak panah tepat ke sasaran. Tak ayal, staminanya cepat terkuras. Memperbanyak minum air putih dan vitamin saat istirahat merupakan solusi untuk menjaga fokusnya.

Di sektor mix team recurve, Alviyanto Bagas/Vinethea Natyasha, delegasi Jateng lainnya, mampu menghempaskan perlawanan kontingen Jogjakarta Hendra Purnama/Risna Oktavia di partai puncak. Bagas mengaku, tidak menyangka bisa keluar sebagai kampiun dalam kondisi pertandingan yang sulit.

Sejak awal, pemanah 16 tahun itu hanya berusaha bermain aman. Nothing to lose. “Mungkin beruntung juga sih. Berusaha main tenang aja,” ungkap Bagas.
Meski juara, Bagas tidak menampik bahwa seleksi menuju pelatnas cukup sulit dan berat. Dirinya yang masih duduk di bangku kelas XI SMA masih butuh jam terbang untuk lebih matang. “Masih harus lebih konsisten,” katanya merendah.

Ketua Panitia Turnamen Yuanita Nasution mengatakan, kejuras kali ini memang digunakan sebagai salah satu ajang penjaringan untuk masuk pelatnas. Nantinya, akan diambil masing-masing 10 besar dari empat nomor, individu recurve putra dan putri, serta individu compund putra dan putri.

Hingga saat ini, sudah ada 12 atlet panahan yang menghuni skuad timnas. Masih kurang empat orang untuk memenuhi kuota 16 atlet. “Setidaknya dari kejurnas ini nantinya akan dikerucutnya menjadi tujuh. Tiga sisanya bisa sebagai pelapis,” terang Yuanita.

(han/JPC)