Ditarget Masuk Olimpiade Tokyo 2020, Zohri Tidak akan Diforsir

JawaPos.com – Meski memproyeksikan Lalu Muhammad Zohri untuk bertanding di Olimpiade Tokyo 2020, pelatih lari jarak pendek Indonesia Eni Nuraeni menuturkan ia tidak akan memberikan porsi latihan yang berlebihan untuk anak didiknya itu.

Nama Zohri memang meroket setelah ia menjadi juara dunia atletik U-20 di nomor lari 100 meter beberapa bulan lalu. Namun, dibandingkan pelari-pelari yang akan dia hadapi di Olimpiade nanti, Zohri memang belum cukup cepat.

Tercatat di Asian Games 2018 kemarin, Zohri belum mampu mempersembahkan medali di nomor lari 100 meter. Perolehan waktunya masih terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan atlet Tiongkok Su Bingtian. Zohri hanya mendulang medali perak di nomor lari estafet 4×100 meter.

“Zohri masih berusia 18 tahun, dan dia masih bisa terus berkembang. Makanya kita tidak akan memforsir latihannya supaya dia bisa lebih cepat dari sekarang. Kita bertahap sesuai usianya saja. Kita juga tidak menargetkan dia harus bisa head to head ataupun menang atas atlet-atlet tertentu,” kata Eni, Rabu (21/11).

Di Olimpiade Tokyo 2020 nanti, perlu diingat bahwa Zohri juga akan bertarung dengan pelari-pelari dari benua Amerika, Eropa, dan tentunya Afrika. Melihat peta persaingan dan jam terbang Zohri, Eni menuturkan bahwa adalah hal yang tidak bijaksana jika ia menargetkan Zohri harus bisa juara.

“Kalau diforsir, malah bisa jadi berbahaya buat Zohri. Dia bisa cedera. Biar dia berkembang secara alami saja sesuai usia dan program latihan yang diberikan,” kata Eni lagi.

(mat/JPC)