Golf Indonesia Ibarat Raksasa Yang Tertidur

JawaPos.com – Tim Golf Indonesia masih terus menjalani program pelatnas lanjutan usai Asian Games 2018 yang berakhir 2 September lalu. Gagal menyumbang medali, tidak lantas membuat sembilan golfer Merah Putih patah arang. Justru, kekalahan tersebut menjadi evaluasi menuju SEA Games 2019 Filipina.

Indonesia hanya mampu finis di posisi keenam nomor beregu putra dan beregu putri pada pesta olahraga Asia itu. Di nomor individu, tak ada satu pun golfer Tanah Air yang bertengger di ranking lima besar. Filipina, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan mendominasi perolehan medali dengan berada di peringkat empat besar.

Pada SEA Games 2019 tahun depan, tuan rumah Filipina menjadi penantang kuat khususnya di sektor putri. Mereka sukses menyabet dua emas dari sektor individu dan beregu. “Makanya kami lakukan perencanaan dan persiapan lebih awal. Target kami maunya emas,” ucap Kabidbinpres PB PGI Ari Hidrijiantoro.

Naraajie Emerald Ramadhan Putra, misalnya. Dia mengikuti empat turnamen usai gelaran Asian Games 2019, yakni Asia-Pasific Diamond Cup Golf, Asia-Pasific Amateur Championship, Pekan Olahraga Jawa Barat, dan Menpora Emeralda Cup III. Pada turnamen yang terakhir disebut, Naraajie menyabet peringkat ketiga dengan total gross 214. Gelar juara diraih rekan senegaranya, Kevin dengan raihan total gross 203 sekaligus mencatatkan 13 under.

Menanggapi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian Pemuda dan Olahraga 2019 yang menyusut, Ari tidak mau ambil pusing. “Kami sudah menjalani program pelatnas jangka panjang 10 tahun sejak 2015 baik dengan dana stimulan dari pemerintah maupun tidak,” ucapnya.

Dia mengatakan, tim golf mendapat sokongan dana tambahan dari pihak swasta sebagai sponsor. Dana tersebut cukup untuk membayar dua pelatih asing asal Australia David Milne dan Lawrie Montague, gaji pemain, serta biaya operasional latihan. “Membutuhkan setidaknya Rp 10 miliar per tahun. Kalau ada bantuan dari pemerintah kami sangat senang,” kata Ari.

Pelatih golf Indonesia David Milne menguraikan, program kepelatihannya tersebut tidak hanya sekedar memberikan latihan teknik, tapi juga bagaimana menyiapkan lingkungannya. “Indonesia memiliki banyak potensi pemain. Dan kami ingin memaksimalkan potensi itu,” jelasnya.

David lebih menekankan kepada anak asuhnya tentang mental toughness, baik ketika latihan maupun bertanding. Dengan fasilitas yang ada, bukan tidak mungkin tahun 2025, golfer Indonesia mampu menembus peringkat 5 besar dunia. “Indonesia ibarat raksasa yang sedang tidur. Sekarang saatnya untuk bangun,” tandas peraih penghargaan pelatih golf profesional se-Asia-Pasific 2016 bersama Lawrie itu.

(han/JPC)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.